Search

4 Des 2008

INFOTAINMEN, KATROL, DAN INUL DARATISTA


DIAM-DIAM saya mencurigai Ariel Peterpan. Ia semobil bersama Luna Maya menuju mal untuk, konon, membeli keran air. Mendadak, entah tadi dari mana munculnya, tiba-tiba menghambur para jurnalis infotainmen dan mengeroyok kedua orang itu.

Paginya hampir seluruh stasiun televisi mengabarkan momen ini. Momen CLBK Ariel-Luna Maya yang (katanya) ditunggu-tunggu, paska kisruh Ariel dengan bininya.

Seolah ada skenario, seakan ada setingan. Bagaimana mungkin reporter dan kamerawannya begadang di gang rumah Ariel atau Luna untuk sekadar mengintip kapan mereka berangkat tidur atau buang hajat? Bagaimana mungkin energi dikerahkan untuk hanya mengawasi keduanya kapan berciuman dan kapan membeli keran? Sementara itu begitu banyak selebriti ‘bermasalah’ yang juga perlu di-‘paparazi’-kan, sedangkan jumlah SDM infotainmen tak bisa mengimbangi.

Jawabnya: kemungkinan besar memang telah direncanakan! Ada aktor di balik aktor. Ada konseptor (manajemen artis, si artis sendiri, atau pihak-pihak terkait) yang mendalangi ‘liputan palsu’ ini.

Luna-Ariel tentu tak sendiri. Bejibun selebriti negeri ini memanfaatkan infotainmen untuk mengatrol popularitas. Syahdan, perceraian menempati daftar tertinggi untuk menjadi jembatan meraih popularitas yang merosot, atau mereka sedang menggarap album baru agar mulus di pasaran. Agustus lalu Peterpan (sebelum bakal berganti nama) merilis album baru bertajuk Tak Ada yang Abadi. Siapa tahu album ini kurang sangar menohok pasar sehingga perlu didongkrak.

Maka simaklah berita-berita ini: Pasya Ungu mengencani Aura Kasih atau Acha Septriasa; vokalis grup band The Titans, Rizki, menceraikan Ratna Damayanti; Aris Idol selingkuh dengan mahasiswi Universitas Tarumanegara yang molek bernama Fia, dan tega meninggalkan sang bini, Rosillia Octo Fany, yang ia nikahi pada 22 September 2007.

Belum lagi Dhani Dewa yang berkubang masalah, atau memang sengaja mencari kubangan masalah; Dewi Persik yang menjotosi seorang pria yang (konon) merogoh payudaranya, dan sebagainya.

Persaingan sengit dunia hiburan menyulut pakem “menghalalkan segala cara”. Media televisi menjadikan ini komoditi. Maka tersulaplah simbiosis mutualisme, saling menguntungkan, saling membutuhkan.

Pagi, tatkala ibu-ibu berdandan menuju kantornya terlebih dulu ternganga-nganga menyimak berita-berita yang mengagetkan perihal idolanya. Para ABG termangu-mangu menyaksikan Pasya Ungu bercerai, dan mereka memberi dorongan moril secara massal, menangis secara serempak, menghanyutkan emosi tanpa kompromi, tanpa pernah mereka sadari bahwa yang disiarkan layar kaca tak ubahnya sandiwara belaka!

Nah, selagi menunggu-nunggu kabar baru nan menggelikan esok hari, ada baiknya menyambangi Inul Daratista yang tampak lugu disorot kamera ketika ia mengumumkan kehamilannya. Kehamilan yang ia tunggu-tunggu selama 14 tahun bersama Adam, suaminya.

Inul adalah simbol keluguan, simbol ketidakmengertian soal informasi yang dikomoditikan, dan senyumnya tetap desa, walau rambutnya disemir warna perak. Tak tampak di matanya sandiwara. Ia diliput syukur, tidak juga bukan masalah karena namanya sudah menjual, meski berita yang pernah mengatrolnya adalah tentang goyangan yang membuatnya dihujat besar-besaran!

12 komentar:

Bulan Luka mengatakan...

Karena itulah, meski pegang halaman hiburan sekarang, aku cuek sama gosip mereka. Ngurusi rumah tangga sendiri aja repot, ngapain juga ngurusi rumah tangga orang lain, seleb pula!

-G- mengatakan...

Saya suka Inul, suka juga goyangannya, pokoknya hidup Inul! YaiiY! Tapi sy ga doyan nonton infotaiment, soalnya jadi ngiri sama yg terkenal, *hiks*

Linda Rooroh mengatakan...

hahaha... nimbrung komen ya... dari sekian banyak seleb di tanah air ; si mas simpatisan Inul yahh.... pisss...

ARIEF FIRHANUSA mengatakan...

@Bulan Luka:
Mulai menginjak tataran yang mengundang mual ya Pak. Setuju!

@-G-:
Ngiri dulu baru terkenal, atau terkenal dulu baru ngiri? :p

@Linda Rooroh
Inul salah satu seleb yg engga munafik, Lin. Itu menurut saya.

ikiwonge mengatakan...

Saya kira infotainmen iu fifty-fifty-lah. Ada sisi menarik dan memberi pelajaran, ada pula sudut yang kita tak habis mengerti mengapa seleb yang secara tak langsung adalah panutan kok ya main-main dengan "modul pembelajaran"-nya.

si sat mengatakan...

Setuuju kang, aku jg eneg dg infotenmen

embak mengatakan...

yah emang geli juga seh liat bgitu banyak masalah pd diri selebriti. mereka emang jd panutan sbnarnya, malah trensetter. tapi sering para pesohor itu malah memberi teladan yang buruk.

nita mengatakan...

dimana2 papaz sama aja ya. di sini rumah britney spears selalu ditongkrongi dr doi muncul di depan pagar dan beraktifitas seharian. waku popularitas spears sempat menurun menurut berita memang staffnya sering cari tau keramaian apa yg sedang terjadi di hollywood dan LA. jadi britney bisa main ke dekat2 sana supaya terlihat oleh papaz. emang disengaja supaya berita soal spears tetap ada di media

tapi berita yg beginian ratingnya slalu tinggi kan...no wonder media berlomba2 bikin infotainment...ladang basah soalnya

i'm one of celeb news fan...hi3x

blue mengatakan...

infotainment, bisa dibilang jurnalis nggak siy bang? dia kan nggak punya media?
soalnya mereka berkalung ID bertuliskan PERS.

saya kok tiba2 jengah ya.

*hehehehe*

goresan pena mengatakan...

simbiosis mutualisme...hm...dulu yang saya tahu, itu berlaku untuk kerbau dan burung-burung yang mematuki punggung kerbau mencari kutu..
ah,jangan2 seleb n infotaiment jg spt itu yah...but anyway...siapa yang jadi kerbau...siapa yang jadi burung, hayoooo...

*oy, mas. trm ksh tak trhingga utk komentnya di tulisan2 sy

prihandoko mengatakan...

kasihan banget si tu seleb, hidup kok tergantung sama popularitas, bukan sama Yang Di Atas....menyedihkan..hiks...hiks

anggunpuspita mengatakan...

weleh sekarang ceritanya jadi biang gosip nih?