Search

7 Okt 2008

CINTA

Apa sebenarnya arti cinta?” Tanya seseorang, suatu pagi.

Aku telah melewati berkotak-kotak ruang dan waktu, ditimbuni beragam peristiwa dan persoalan sehingga tak segera menjawab SMS-nya.

Ia tentu menggantung ponselnya di genggaman tangan, berharap dengan sangat agar segera ada balasan.

Cinta, kataku kepadanya, adalah zat yang meluap dari sudut mata ketika kita menatap luluh kepada Ibu manakala kita bercengkerama dengannya.

Cinta, kataku kepadanya, adalah hawa murni yang berhembus melalui dada tatkala kita mencium punggung tangan Bapak.

Cinta, kataku kepadanya, adalah ketika kita mengulurkan selembar uang kepada perempuan papa di lampu merah.

Cinta, masih kataku kepadanya, adalah serpihan-serpihan kasih sayang kepada adik dan kakak, ipar dan sepupu, oma serta opa, famili terjauh, tetangga, bahkan kepada musuh andai kita memiliki, sejahat apapun mereka terhadap kita.

Cinta adalah getar-getar halus yang membawa rasa memiliki terhadap buku, rumah, kebun, sepeda motor kita, sandal, sepatu, gaun, bahkan negara.

Cinta adalah sembilu yang menyayat aorta tetapi terasa indah tatkala darah mengalir di atas luka. Cinta membawa kita seringan kapas, sehangat mentari pagi, dan sesejuk hawa pegunungan.

Cinta mewakili ketulusan, memelihara tali silaturahmi, dan membimbing kita tidur dengan nyenyak. Cinta adalah keikhlasan, kemurnian hati, dan kesehatan jiwa. Cinta adalah obat paling mujarab untuk menyembuhkan kecemasan dan kegelisahan.

Cinta adalah Tuhan yang memberi rejeki dan pelita hati.

Masihkah ada cinta murni di dunia yang fana ini?” Tanyanya lagi, setengah mendesak ...

1 komentar:

anggunpuspita mengatakan...

tidak ada cinta yang Agung selain cinta kepada TUHAN...tidak ada cinta yang apa adanya dan langgeng selain kepada keluarga...tidak ada cinta yang tulus selain cinta kepada teman...hanya kepada merekalah kucurahkan segala cinta yang kumiliki.