Search

12 Jan 2009

KIREY


Kirey lahir kembali. Padahal, hampir sepuluh tahun ia sirna dari memori saya.

***

PEKAN lalu saya sangat kesepian. Kabin mobil senyap. Diam-diam saya menyumpah karena pergi dengan tergesa. Akibatnya boks CD tertinggal. Padahal saya bakal tiga jam berada di aspal Semarang-Solo.

Lalu saya memutuskan mencari toko kaset di Ungaran. Ebiet, Iwan Fals, atau kompilasi lagu terkini tak apalah. Yang penting perjalanan tidak ngilu oleh gempuran sepi.

Aha, ketemu juga! Saya menepi. Tapi saya bergegas melupakan Ebiet dan Iwan sebab mata saya tersedot ke sekeping CD berlabel “Lima Diva Dua Dekade”. Di sela Andi Meriem Matalata, Yuni Shara, Rafika Duri dan Novia Kolopaking, menyelip nama Kirey. Saya menghambur ke kasir yang manis tapi malu-malu, lalu membayar. Tak sabar rasanya untuk melabuhkan rindu pada si cantik itu!

Kirey tidak seprimadona KD atau Rossa. Ia juga jauh dari tataran Ruth Sahanaya maupun Vina Panduwinata. Tapi pada 1997-1999 ia menggaung dan menikam rasa. Saya pernah memasang posternya yang cantik – bonus album Terlalu (1997) -- di tembok kamar. Sesekali saya menatapnya lama-lama dan rahasia.

Kirey. Nama yang memang rada aneh. Perempuan kelahiran Selong, Nusa Tenggara Barat, 16 Oktober 1976 ini memiliki nama asli Nurzairina. Di kota dimana ia melewatkan masa kecil -- begitu yang saya baca dari google -- ia sempat meraih berbagai gelar juara tarik suara. Salah satunya runner up Bahana Suara Pelajar 1993. Kirey juga sering meloncat dari band satu ke band lain. Setelah bosan dengan Selong yang dianggapnya begitu-begitu aja, ia lantas hengkang ke Jakarta.

Di Ibukota, seorang teman membawanya ke produser sebuah pabrik rekaman, Music Plus. Ia langsung dikontrak 3 album. Album pertamanya berbandrol Terlalu. Album ini belum maksimal dalam penggarapan. Kemudian tahun 1998 dan 1999 ia membesut album kedua dan ketiga berlabel Rindang Tak Berbuah dan Kehadiranmu.

Selain menyanyi, Kirey juga membintangi beberapa sinetron, diantaranya Anakku Terlahir Kembali, bersama Desy Ratnasari dan Tamara Bleszynski.

Saya tak mati rasa selama tiga jam memelototi jalan. Kirey seolah duduk di bangku sebelah, menyenandungkan suaranya yang jelita seraya memainkan sulur-sulur rambut saya ...



14 komentar:

-G- mengatakan...

Xixixi... wadoh saya pertama lagi niy jadi pemantau terajin blog ini, *ada hadiah khusus ga ya?*

Perasaan banyak kesepiannya niy si mas, dan harus dipenuhi oleh sesuatu terus. Mbok ya sekali-kali sepi itu dinikmati kayak teman gitu loh, ga usah jadi belati yg menikam.

Saya suka sepi, sepi itu kadang nikmat sekali, hny saya dan suara dikepala saya yg bersenandung, hmm.. ga semerdu Kirey mungkin tapi lumayanlah untuk bersahabat dengan sepiku sendiri (^_^)

lintang mengatakan...

ya mas aku juga suka tapi sayang sekarang tidak tahu rimbanya.

Embun pagi mengatakan...

Kayaknya belakangan ini postingannya sedih2 terus... ada apakah?

amalia mengatakan...

ada apa nih.. ada apa to!!!
Siapa yang kesepian... oh dik Arif ya, ah kalo dik Arif tidak akan pernah sepi ya dik?.. la wong orangnya happy banget.. sumringah. grapyak.. n sitik pemalu he he..

sajaknya sibuk banget ya, ra tau nginguk mbakyune..

oke deh... sukses ya Rif..

Sekar Lawu mengatakan...

Kirey, saya ingat nama itu...ingat juga sepertinya kisah cintanya dengan seorang aktor muda yang kandas...tapi tak ingat lagi satupun lagunya...payahnya sayaa....

shugy mengatakan...

hehehe...ngomong² Kirey tuh yang mana seh mas? kok aku jadi penasaran? hemmm

ARIEF FIRHANUSA mengatakan...

@-G-: Ah, kau memang serat-serat halus di blog saya. Siapa bilang saya bukan penyuka sepi? Saya demen sendirian dalam kamar, merenung dan mencecap sunyi.

@Lintang: Ada, Mas, dia masih ada. Kabarnya ia lagi menyiapkan album keempat, 2009 ini.

@Embun Pagi: Sedih adalah suasana hati terindah.

@Amalia: Maaf, Mbak, saya sempat melupakan Anda. Tapi, percayalah, lupa bukan berarti mati.

@Sekar Lawu: Nggak papa, Mbak Ayik, lupa lagunya tapi ingat kisah cintanya, haha ...

@Shugy: Saya punya CD-nya bos, beli di Ungaran itu. Mau?

blue mengatakan...

aku juga suka kesepian, jika perjalanan tanpa hingar musik.
soal Kirey,, aku ada tuh beberapa lagu hitsnya...

aku suka karena dia cantik.

goenoeng mengatakan...

[Kirey seolah duduk di bangku sebelah, menyenandungkan suaranya yang jelita seraya memainkan sulur-sulur rambut saya ... ]

wah, saya mau juga Mas, kalo acaranya gitu. tak beli juga wis, CD-nya Kirey di Ungaran. cedak kan, sama banyumanik :D .
lumayan, lumayan....beli CD dapat bonus belaian Kirey, haha...

'Terlalu'...eh, saya malah jadi ingat Bang Haji Rhoma Irama.

Rudy mengatakan...

Saya juga suka lagu-lagu Kirey meski sekarang udah nggak pernah "nongol" lagi tapi kenangannya lagu-lagunya masih membekas di hati? (cie...sok romantis aja).
Udah berkunjung ke blognya mbak Nita apa belum??
Salam kenal mas dari blogger Jatim.

Yudhi Gejali, dr. mengatakan...

Wakakak lihat mbak G dan Mas Fiman.
saya ga suka yang sepi-sepi, meskipun kadang harus ada waktu menyendiri.

Tapi, kalo sepi cenderung jadi melankolis...

Anonim mengatakan...

Iya emang Kirey gak sedahsyat diva-diva yang Mas sebutkan tadi tapi kehadirannya gak dapat dilupakan
.Pertama tau Kirey sih pas lagu Rindang tak berbuah, rasanya lagu itu selalu terngiang-ngiang terus. Sayang Mbak Kirey sekarang kemana ya? kalo aku sih terbayang sama wajahnya yang sendu itu... bikin gimana gitu. oh ya terus update ya berita mengenai Kireynya. Makasih banyak

Nur mengatakan...

Tiba2 terpikir utk search ttg Kirey -yang dulu saya gemari waktu sma- di youtube.. bbrp situs lain.. dan akhirnya nyasar ke blog ini.. well, kangen banget sama Kirey.. kok gak nongol lagi ya...

sairimajeri mengatakan...

biar bulan tak lagi..
menemani langkahku ini..
biarpun matahari..
berhenti sinari bumi..
"nah, selanjutnya saya lupa tuh.. judulnya apa ya?? (album Kirey perdana).