Search

7 Jul 2009

ASAL TETAP TERATUR MAKAN!

SAYA salut pada Adi. Tetangga sebelah kiri rumah ini begitu bersemangat membagi undangan nyontreng ke segenap tetangga. Padahal, jika dihitung capek dan tanggungjawabnya, honor Ketua KPPS tidak nendang. Apa lacur, mari Adi kita nobatkan sebagai salah satu pahlawan tanpa tanda jasa.

Pilpres menyulut orang menjadi sibuk. Bukan oleh kampanye semata, melainkan juga penat menyimak debat, kenyang pemberitaan (sampai mau muntah membacanya), dan sibuk memutuskan mau memilih siapa.

Ada yang bilang ini pesta demokrasi. Tapi galibnya pesta, pemilu justru menguarkan bau sinisme. Ada ketawa membuncah, tapi muncul lantaran seorang capres/cawapres mengejek kandidat lain. Tepuk tangan pun seolah tepuk nyamuk: mencoba membunuh pihak lain lewat teror mental.

Pemilihan presiden di negeri ini masih serupa pemilihan ketua OSIS di SMA, semrawut dan gontok-gontokan. Demokratisasi cuma ada di seminar-seminar dan skripsi anak-anak kuliah. Napsu menginjak lebih tegas ketimbang berlapang dada.

Saya jarang mendengar seorang kandidat presiden berkata begini dalam debat di televisi: "Saya tak peduli kalah atau menang. Yang penting negara ini aman, makmur dan sejahtera.", kecuali dalam debat terakhir di Balai Sarbini tatkala moderator memungkasi acara dengan satu pertanyaan: "Andai Anda tidak jadi presiden, apa yang akan Anda lakukan?"

Seorang kawan mengatakan, pilpres akan berbuntut panjang. Siapapun yang menang akan menghadapi oposisi yang keras dan 'siluman' bergentayangan. Nah, kapan bisa tidur nyenyak bila nanti begini situasinya?

Karena pening menerka 'api' apa yang menjilat-jilat usai pilpres nanti, semalam saya putuskan: saya tak peduli siapapun menjadi presiden 2009-2014, asal kami bisa makan dengan teratur setiap hari dan menyekolahkan anak-anak. Itu saja!

4 komentar:

G mengatakan...

Saya perduli siapa yg menjadi, sebab... ga cukup hanya kenyang kalau hati nurani ini terpasung. Ga cukup hanya kenyang kalau sebagai kaum minoritas harus makan hati gara2 isu SARA. Ga cukup. Karena itu saya memilih yg saya percayai sebagai yang lebih mampu (dibandingkan yang lainnya) memberi rasa aman bagi semua golongan dan memiliki karakter yang baik.

The Bitch mengatakan...

perut kenyang nggak cukup. ada freedom of political expression, freedom of speech dan freedom of the press yang perlu diperjuangkan. mungkin di indonesia bisa ditambahkan dengan freedom to believe, membebaskan orang memeluk kepercayaannya tanpa harus didikte dengan 'agama resmi' yang semuanya impor.

perut kenyang menafikan semua yg ada di atas, menganggap suara minoritas HARUS ikut mayoritas yg jadi pemimpin.

perut yg berpikir 'asal bisa makan teratur' semoga masih mempertimbangkan untuk bisa bersuara bebas dan bertanggungjawab, untuk selalu bisa memperluas pandangan dan menjembarkan pikiran, untuk bisa selalu menerima pendapat orang lain tanpa harus asah golok ketika pendapat mereka berseberangan, untuk bisa bijak dan nggak maen tunjuk lalu ngegerebek dan membakar tempat hiburan demi nama agama.

indonesia masih merangkak untuk mencapai demokrasi yg sesungguhnya. dan apa yg kita rasakan kemarin, yg bernama PESTA DEMOKRASI, adalah salah satu cara pembelajaran agar indonesia bisa berjalan. buat saya yg anarkis, bagaimanapun, saya menolak memilih bangkai tersegar diantara tumpukan bangkai2 yg ada. tapi saya tetap menggunakan hak pilih untuk tidak memilih. karena saya lebih percaya perjuangan grassroot sebagai oposan pemimpin negara. karena chaos akan menciptakan order sebagaimana order akan berujung pada chaos.

demi indonesia yg lebih baik.

there. i bleed it out.

Arief Firhanusa mengatakan...

Wahaha, komentarnya lebih serius ketimbang materi postingan. Terima kasih tak terhingga untuk doa orang di atas yang (diam-diam) saya kagumi (ngga pake melet loh).

feby awal ramdhani mengatakan...

OBAT PENYAKIT POLIP HIDUNG

OBAT PENYAKIT VARISES

Obat BAB Berdarah

OBAT KUAT TAHAN LAMA UNTUK PRIA DEWASA

OBAT ASAM LAMBUNG TINGGI

OBAT RADANG TENGGOROKAN TERBAIK

Ramuan Herbal Untuk Penderita Pengapuran Sendi

Terimakasih, Semoga Bermanfaat