Search

4 Mar 2010

Cinta Diobral Murah


Suatu ketika seorang teman membisiki saya. "Jam 8 aku udah harus pulang, mau apel. Tolong sebagian pekerjaanku dihandel ya," ucapnya seraya menyodori saya sebungkus LA merah, rokok kesayangan.

Saya heran, bukankah baru kemarin ia mengaku kini tengah tak punya pacar? Ataukah baru tadi pagi ia punya kenalan dan lekas-lekas ia ikat menjadi pacar?

Belum lagi terlontar keheranan saya tersebut, ia buru-buru menjelaskan bahwa yang mau ia apeli adalah Rika, sekretaris kantor sebelah. Segera saya mengingat sesuatu. Bukankah Rika sudah punya pacar? Bukankah tiap sore seorang pria berjaket hitam menjemput Rika dengan Suzuki Satria?

Agaknya ia paham apa yang sedang saya pikirkan. Dan inilah penjelasannya. Rika memang sudah punya pacar, namanya Rio. Nah, Rio kebetulan sedang ditugasi oleh kantornya ke luar kota. Tampaknya Rika memanfaatkan 'kesendiriannya' untuk membagi waktu kepada teman saya itu.

"Sudah lama kamu memacari Rika?" Tanya saya.

"Sebulan terakhir ini, kawan," jawabnya bangga.

"Lalu, Rio itu ... "

"Ow, bukan masalah. Rika senang-senang saja punya dua pacar, asal tentu saja aku harus mau memahami jika Rika sedang membonceng Rio. Aku sih enjoy saja, sebab Rika juga menikmati segitiga ini," kata teman saya itu dengan mimik muka tanpa dosa.

Saya diam. Saya tak habis pikir. Betapa cinta saat ini murah harganya. Betapa membagi hati adalah sebuah keniscayaan, dan malah cenderung menjadi kebutuhan, bahkan para pelakunya berjenis kelamin perempuan sekalipun.

Cinta kini tak ubahnya baju-baju obral menjelang Lebaran. Digelar secara terbuka di keranjang supermarket untuk dipilih secara mengaduk-aduk tumpukan. Cinta sudah dibanting harganya, demi memuasi diri, demi kebutuhan mendesak akan belaian dan elusan.

Saya menghandel pekerjaan kawan saya itu akhirnya, demi pertemanan, tetapi membuang sebungkus rokok LA merah sogokan teman saya tersebut ke keranjang sampah!

10 komentar:

Sekar Lawu mengatakan...

tumbass......( naluri ibu2 kalau ada sale)
Prihatin baca postingan ini, betapa fenomena ini sudah menggejala lama

richo mengatakan...

wah gejala virus kehidupan nihhh

The Bitch mengatakan...

menghakimi diri sendiri?

Soeryani Atmadja mengatakan...

mas...itu mungkin tak bisa dibilang cinta..tapi nafsu...

lintang mengatakan...

itulah mas sekarang cinta sulit di pertahankan krn menganggap cinta segitiga sudah lumrah.

jabon mengatakan...

wuihhh,,,
mantan BOSS!!

cahsiji mengatakan...

Enakan status TTM yza....??

Goenoeng mengatakan...

cinta ki tegese apa ta, Mas?

Nurudin mengatakan...

bantuan yang diberikan atas nama pertemanan untuk kali itu barangkali tidak masalah, tapi alangkah lebih baiknya jika untuk kali ini saja, tidak ada kali kedua untuk hal-hal yang sama, dan lebih baik tak usah diterima pemberian dia, karena meskipun kita buang, dia mengira kita menerima dan menikmatinya. Memang terkadang terasa susah untuk mengingatkan bila sudah atas nama pertemanan, tapi sesungguhnya tidak susah bila dilandasi keimanan.

jabon mengatakan...

cinta sejati memang sulit di cari ....