Search

Memuat...

30 Mar 2007

APA KABAR, PELE? SAYA RINDU ANDA


[6 Juni 1997. Ubin lantai 5 Hotel Regent, Jalan Hang Tuah, Kuala Lumpur, seolah bergoyang ketika pria berkulit hitam itu memasuki ruangan. Dada saya berdegup kencang. Pria itu, Edson Arantes do Nascimento, atau dunia menyapanya dengan Pele, menebar senyum. Lalu lampu kilat menghujaninya]

Apa kabar, Pele? Pagi ini saya mendadak sangat merindukan Anda. Seolah hangat telapak tangan Anda tatkala kita bersalaman di Kuala Lumpur itu masih membekas. Saya cermati beberapa lama foto kita di tembok rumah, sampai akhirnya saya harus bergegas menyalakan DVD, memutar cakram kenangan Piala Dunia.

Di final Piala Dunia Swedia, 29 Juni 1958 itu, Anda masih berusia 17. Tetapi pesona Anda sangat memukau, bukan hanya lantaran Anda membidik dua gol ke gawang Swedia, melainkan juga karena Brasil yang Anda bela unggul 5-2.


Ketika Piala Dunia digelar di Meksiko, 1970, Italia datang untuk menebus kegagalan di Inggris. Memang berhasil sampai ke final, namun membentur tim super Brasil yang kembali Anda perkuat, padahal empat tahun sebelumnya Anda cedera. Brasil menang 4-1. Karena telah tiga kali merebut Piala Jules Rimet, negara Anda berhak memiliki selamanya. Maka FIFA membuat piala baru untuk diperebutkan di Jerman Barat, 1974. Sejak itu dikenal istilah Piala Dunia, yang juga berlaku untuk nama resmi turnamen.


Di Piala Dunia Jerman Barat, 1974, Anda pensiun, tetapi muncul Johan Cruyff dari Belanda dengan total football-nya.


Johan Cruyff? Maradona? Bukan! Andalah yang terbesar!



27 Mar 2007

KAUKAH ITU, SHERINA?


... selamat pagi, Sheri, sedang apa saat ini?

... rasanya baru kemarin aku menyimakmu menyanyikan Andai Aku Besar
Nanti, Pelangiku, Kembali ke Sekolah. rasanya baru kemarin aku menonton kaki-kaki mungilmu berlarian di kebun teh dalam Petualangan Sherina [oya, proficiat untuk Riri Riza, Elfa Secioria, dan Jujur Prananto yang membuat aku gemas dan berdegup senang] ...

... Sheri, rasanya baru kemarin aku menyimakmu dengan gigi renggang saat kita bersalaman di Auditorium Binakarna Kompleks Bidakara, Jakarta Selatan, usai konsermu yang menawan itu ...

... kini, kemarin pagi, aku berlinang airmata kala remaja dan ibu-ibu berebut menyentuh lenganmu ketika kau menyibak terowongan manusia di pelataran SCTV. kau mempesona sebagai bidadari baru, mirip Paramitha Rusady kala pertama menjejak remaja ...



MENJALA IKAN



... hidup itu seperti menjala ikan. itu filosofi yang dituturkan mendiang Ibu, beberapa tahun sebelum beliau wafat. ketika kita melangkah keluar melewati pintu, mayapada menyambut kita dengan beragam kemungkinan, bisa pahit, bisa manis. ikan besar, ikan kecil, ikan yang sangat teri, bahkan ikan yang sama sekali tak tersandung jala kita, adalah sempit atau lebar nasib memberi kita terowongan ...

24 Mar 2007

FOREVER AND ONE

What can I do?
Will I be getting through?
Now that I must try to leave it all behind
Did you see what you have done to me?
So hard to justify
Slowly it's passing by

Forever and one I will miss you
However, I kiss you yet again
Way down in Neverland
So hard I was trying
Tomorrow I'll still be crying
How could you hide your lies
Your lies

Here I am
Seeing you once again
My mind's so far away
My heart's so close to stay
Too proud to fight
I'm walking back into night
Will I ever find someone to believe?

Forever and one I will miss you
However, I kiss you yet again
Way down in Neverland
So hard I was trying
Tomorrow I'll still be crying
How could you hide your lies
Your lies

20 Mar 2007

OBSESI



... entah bius apa yang disuntikkan film Air Force One, sehingga diputar berulang-ulangpun saya tetap kepincut gaya Horisson Ford yang tegar campur memelas saat memerankan presiden amerika. Air Force One tidak sendiri, ada film lain yang setingnya di pesawat, yang membuat saya tak berhenti mimpi jadi pahlawan. film itu judulnya Passenger 57, sajian penuh peluru dan kepahlawanan Wesley Snipes memerangi terorisme. rasa-rasanya, saya ingin seperti Wesley, atau bergelantungan kayak Spider-Man, terbang mirip Superman, atau Highlander yang tak pernah mati ...

17 Mar 2007

EKSPRESI

... ya, inilah perputaran jagat ... kemarin pagi saya di watugong dengan segala kemacetan, tahu-tahu hari ini saya teronggok di kelud raya ... ada seberkas sinar, ada lalu lalang kepentingan ... saya cuma punya satu kepentingan: bagaimana bisa terus berkarya di sisa-sisa usia ...


16 Mar 2007

SELAMAT PAGI, PAK POLISI



selamat pagi, pak polisi, sudahkah anda sarapan pagi ini? tanki motor anda telah terisi bensin, bukan? hari ini kami perlu anda untuk mengatur lalu lintas, mengejar copet, menangkapi rampok, dan menenteramkan hati. hari ini kami akan bersikap manis, agar anda tidak gusar. maaf, belakangan ini kami sangat takut, terutama bila anda sudah mengacung-acungkan pistol ... (semoga jalan anda diterangi Tuhan, pak waka)

MENGGLADIATORKAN SEPAKBOLA

... apa sesungguhnya yang terjadi di atas rumput, tatkala bola bergerak kesana kemari dengan jejak-jejak kaki yang tergopoh-gopoh? sepakbola menandai betapa purbanya manusia. betapa sempitnya nalar jika olahraga melulu menjadi perburuan kalah dan menang. betapa darah dibiarkan mengucur seakan sepakbola adalah tempat untuk memunculkan kembali naluri gladiator. sepakbola dibiarkan berkembang liar, meranggas, dan menohok. sepakbola melahirkan perih berkepanjangan lantaran ongkosnya dirogoh dari ulu hati rakyat. sepakbola dipicu menjadi karburator politik, menjadi bagasi ambisi, menjadi api ...

15 Mar 2007

TRAGEDI BUAH APEL


... entah apa dosa apel, hingga namanya diseret dalam institusi bernama tragedi. makan apel, pagi ini, saya teringat anita sarawak. penyanyi malaysia ini memukau dengan "tragedi buah apel", sebuah lagu dengan kandungan dongeng mengenai terenggutnya keperawanan. apel, dengan demikian, apakah simbol dari kegadisan? dengan demikian pula, tatkala mengunyah serat-serat halusnya yang gurih pagi ini, saya juga tengah menikmati tragedi? ...

[METAMORFOSE]




... dalam lenguh angin, dalam orbit semesta, kebergegasan kaki selalu tak bisa berkejaran dengan matahari. entah harus berpihak kepada siapa jika rembulan saja tak mampu menyambangi matahari, dan kaki ini senantiasa tersuruk ilalang ... hanya jilat lentera yang memberi kabar bahwa napas ini masih mencungkup hidup, biarpun hembusannya satu-satu ...

AUTUMN IN SOLO


... kau bersemayam dalam tiris hujan, meski rumah kita punya kanopi. entah berapa ratus tahun lagi bunga itu bersemi kembali, sementara angin puyuh menyesap dalam dengus napasmu sepanjang perjalanan Solo-Semarang. telah kita ingat dengan sebaik-baiknya tanggal 13 januari adalah saat mana kita bersembunyi dalam ketiak semesta, tanpa sedikitpun kita harus bermimpi dan menjemput pagi ... wahai ranting, mengapa kau bekukan jejak-jejak kaki kami? ...